27 April 2026
Maia.jpg

Perubahan Pandangan Maia Estianty terhadap Kesehatan

Maia Estianty, yang kini memasuki usia hampir 50 tahun, menyadari bahwa kesehatan bukan lagi sekadar urusan pribadi. Perubahan ini terjadi setelah ia mengalami fase hidup yang membuatnya lebih sadar akan tanggung jawab terhadap keluarga.

Fase Hidup yang Mengubah Perspektif

Tidak seperti saat karier sedang berada di puncak atau ketika sibuk bekerja, fase kehidupan yang mengubah pandangan Maia adalah ketika ia mulai menapaki usia 50 tahun. Hal ini membuatnya menyadari bahwa kesehatan harus dijaga agar bisa tetap hadir dalam momen penting keluarga.

“Ya, kesibukan main sama anak-anak juga. Mungkin mempersiapkan pernikahan anak juga. Jadi, kalau misalnya aku di usia yang sudah hampir 50 tahun ini, pasti yang dipikirin adalah kesehatan,” ujar Maia dalam acara Healthtalk yang diselenggarakan di RS Siloam Lippo Village Tangerang, Sabtu (17/1/2026).

Dari Hidup Bebas ke Hidup yang Harus Dijaga

Istri dari Irwan Mussry ini menjelaskan bahwa perubahan usia membawa pergeseran prioritas yang nyata. Semakin banyak orang yang bergantung pada kehadirannya, semakin besar pula kesadarannya untuk menjaga tubuh tetap berfungsi optimal.

Baginya, di usia matang, kesehatan bukan lagi reaksi saat sakit, melainkan sesuatu yang harus disiapkan sejak awal agar tidak mengganggu kehidupan keluarga.

Perubahan Topik Obrolan Sehari-hari

Perubahan usia juga mengubah topik obrolan sehari-hari. Maia mengaku, lingkar pertemanannya kini dipenuhi diskusi tentang kesehatan, mulai dari dokter, vitamin, hingga upaya menjaga imun.

Bagi Maia, ini bukan sekadar tren, melainkan refleksi dari fase hidup baru yang dijalani bersama keluarga.

“Kalau kita sekarang udah, dokter lo siapa? Udah tukeran ya. Udah tukeran info nih ya kan,” ujarnya.

Jangan Sampai Kehilangan Momen Keluarga karena Tubuh

Maia menegaskan satu hal yang paling ia jaga. Jangan sampai kondisi tubuh membuatnya absen dari momen keluarga. Ia ingin tetap aktif, produktif, dan bisa menikmati waktu bersama anak dan cucu tanpa batasan fisik.

Keinginan itu menjadi alasan utama mengapa ia memberi perhatian besar pada imun tubuh.

“Karena imun kita yang akan menjaga kondisi tubuh kita itu tetap sehat,” ucap Maia.

Belajar dari Lansia yang Tetap Kuat di Usia Senja

Inspirasi Maia datang dari sosok lansia di sekitarnya yang tetap aktif hingga usia lanjut. Melihat langsung bagaimana pola hidup sederhana bisa menjaga kualitas hidup, Maia merasa yakin bahwa kesehatan bukan soal usia, melainkan kebiasaan.

Kisah tersebut memperkuat tekadnya untuk menata hidup agar masa tua tetap diisi kebersamaan, bukan keterbatasan.

Pentingnya Vaksinasi Dewasa

Bagi Maia, menjaga imun bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga langkah perlindungan. Ia menyoroti pentingnya vaksinasi dewasa sebagai bagian dari kesiapan tubuh menghadapi infeksi, terutama ketika sistem imun mulai menurun.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga diri agar tetap bisa menjalani peran keluarga secara utuh.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *