27 April 2026

Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera: Korban Tewas Terus Bertambah

Banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa provinsi di Pulau Sumatera terus menimbulkan korban jiwa yang semakin meningkat. Data terbaru yang dirilis oleh Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) pada Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB menunjukkan bahwa sedikitnya 604 orang meninggal dunia akibat bencana ini.

Angka tersebut menggambarkan skala bencana yang dianggap sebagai salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir di kawasan tersebut. Korban tewas tersebar di tiga provinsi, yaitu:

  • Sumatera Utara dengan 283 jiwa
  • Sumatera Barat dengan 165 jiwa
  • Aceh dengan 156 jiwa

Selain jumlah korban meninggal, banyak warga masih dinyatakan hilang serta mengalami luka-luka. Hal ini menunjukkan bahwa dampak bencana belum sepenuhnya selesai.

Kondisi di Aceh

Di Aceh, sebanyak 156 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 181 warga lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya mencari korban di area-area yang terdampak paling parah, termasuk kawasan yang terisolasi karena akses jalan putus.

BNPB juga melaporkan bahwa setidaknya 1.800 orang mengalami luka-luka, sebagian besar membutuhkan perawatan lanjutan karena cedera berat. Situasi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan bantuan medis dan logistik.

Kondisi di Sumatera Barat

Di Sumatera Barat, kondisi tidak jauh berbeda. Provinsi ini mencatat 165 korban meninggal, 114 orang hilang, serta lebih dari seratus warga lainnya luka-luka. Beberapa titik terdampak seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Agam, hingga Padang Pariaman berubah menjadi kepungan lumpur dan puing-puing.

Tim penyelamat masih berusaha mencapai beberapa kawasan yang sebelumnya tertutup material longsor. Proses evakuasi tetap berlangsung meskipun akses jalan masih terganggu.

Kondisi di Sumatera Utara

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbesar, yakni 283 jiwa. Provinsi ini juga mencatat 169 orang hilang dan 613 korban luka. Banyak desa di Langkat, Deli Serdang, hingga Serdang Bedagai terendam banjir besar setelah hujan ekstrem mengguyur tanpa henti selama beberapa hari.

Hingga Senin malam, proses evakuasi masih berlangsung di banyak titik. Relawan, aparat TNI/Polri, BPBD, hingga warga setempat bekerja tanpa henti menyisir kawasan permukiman, bantaran sungai, dan lokasi-lokasi yang terkena longsor.

Beberapa daerah masih sulit diakses karena jembatan terputus dan jalan amblas terbawa arus. Situasi di lapangan menggambarkan kebutuhan mendesak terhadap bantuan logistik, peralatan evakuasi, dan dukungan medis.

Kebutuhan Logistik dan Dukungan Medis

Ribuan pengungsi kini bertahan di pos-pos darurat dengan kondisi yang terbatas. Air bersih, makanan, obat-obatan, dan selimut menjadi komoditas paling dibutuhkan. Banjir dan longsor yang melanda Sumatera dalam sepekan terakhir telah menciptakan krisis kemanusiaan yang luas.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan ratusan orang belum ditemukan, upaya penyelamatan masih menjadi prioritas utama pemerintah dan tim gabungan di lapangan. Sementara itu, warga menanti dengan cemas kabar tentang anggota keluarga mereka yang hingga kini belum diketahui nasibnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *