27 April 2026
Project-Status-Report.jpg.webp

KONI Jabar Tidak Masalah Jika Pejabat Negara Maju Jadi Ketua PSSI Jabar

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat menyatakan tidak mempermasalahkan jika ada pejabat negara yang mencalonkan diri menjadi ketua umum cabang olah raga. Hal ini dilakukan karena dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Asprov PSSI Jabar telah diatur bahwa siapa pun warga negara Indonesia, termasuk pejabat negara, berhak mencalonkan diri.

Saat ini, Asprov PSSI Jabar sedang bersiap menggelar musyawarah provinsi (Musprov) untuk memilih ketua umum baru periode 2025-2029. Rencananya, Musprov akan digelar di Karawang pada 20 Desember 2025. Dari informasi yang beredar, saat ini sudah ada tiga kandidat yang akan maju di bursa ketua umum Asprov PSSI Jabar.

Kandidat Calon Ketua Umum Asprov PSSI Jabar

  1. Buky Wibawa Karya Guna

    Saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat. Buky juga disebut-sebut memiliki minat terhadap sepak bola dan memiliki waktu yang cukup luang untuk menjalankan tugas jika terpilih.

  2. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

    Kabarnya akan bersaing di bursa calon ketua umum Asprov PSSI Jabar. Meski belum ada konfirmasi resmi, nama Farhan muncul sebagai salah satu kandidat kuat.

  3. Tommy Apriantono

    Petahana ketua umum Asprov PSSI Jabar yang akan kembali bertarung dalam pemilihan kali ini.

Pandangan KONI Jabar

Ketua Umum KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana, mengatakan bahwa selama aturan AD/ART Asprov PSSI Jabar memungkinkan, maka siapa pun boleh mencalonkan diri. “Dari KONI Jabar tidak mempermasalahkan selama di AD/ART Asprov PSSI memang sudah dijelaskan siapapun itu warga negara Indonesia atau seorang pejabat negara bisa memimpin cabang olah raga,” ujar Budiana.

Ia menegaskan bahwa selama proses pemilihan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka tidak ada masalah. “Siapa saja (calonnya) dari KONI Jabar tidak ada masalah,” tambahnya.

Tanggung Jawab dan Amanah

Budiana menambahkan bahwa jika nantinya ada pejabat negara yang memimpin Asprov PSSI Jabar, maka ia harus bisa melaksanakan amanah dengan baik. “Jadi pandangan saya selama memungkinkan, siapa saja bisa mencalonkan sesuai dengan yang tertera di AD/ART Asprov PSSI Jabar. Makanya ada Pak Buky sebagai ketua dewan mencalonkan, dan pasti beliau juga sebelumnya melihat langsung AD/ART PSSI serta mendapat masukan bahwa seorang pejabat negara memungkinkan menca­lonkan diri menjadi ketua cabor,” jelas dia.

Sebagai Ketua Umum KONI Jabar, Budiana mengingatkan siapapun yang akan terpilih nanti menjadi ketua umum Asprov PSSI, agar benar-benar bisa melaksanakan dan mengawal Asprov PSSI Jabar dengan baik.

Dukungan dari Gubernur Jabar

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ingin Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Buky Wibawa, menjadi perwakilan pemerintah provinsi dalam merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan sepak bola di Jawa Barat.

Secara tersirat, Dedi ingin Buky maju menjadi Ketua PSSI Jawa Barat karena banyak pengurus PSSI kabupaten dan kota di Jawa Barat yang meminta Ketua PSSI Jabar dipilih dari pejabat pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif. “Pak Buky ini waktunya banyak. Dan dia gemar sepak bola. Itu mah terserah Pak Buky saja, mau atau tidak (jadi Ketua PSSI Jabar),” ujar Dedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *