22 April 2026
AA1PsG2y.jpg

Upaya KAI dan Pemerintah Jawa Tengah dalam Mengatasi Banjir di Wilayah Pantura

Banjir yang melanda wilayah pantai utara (Pantura) Jawa Tengah telah memengaruhi berbagai aktivitas, termasuk perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang terus melakukan tindak lanjut untuk menanggulangi dampak banjir tersebut.

Dalam dua hari terakhir, banjir khususnya di Stasiun Alastua-Semarang Tawang menyebabkan gangguan pada perjalanan kereta api. Meskipun tren genangan air mulai menurun, KAI tetap memberlakukan pembatalan dan perubahan relasi perjalanan untuk mendukung normalisasi jalur. Hingga Rabu (29/10/2025), sebanyak 16 perjalanan KA di Daop 4 Semarang dibatalkan. Pembatalan ini mencakup KA lokal dan regional seperti KA Kedung Sepur, KA Banyubiru, KA Blora Jaya, dan KA Ambarawa Ekspres, serta sebagian relasi KA Joglosemarkerto.

Selain pembatalan, enam perjalanan KA jarak jauh yang melintasi jalur Stasiun Alastua-Semarang Tawang juga dialihkan. Beberapa kereta utama seperti KA Argo Bromo Anggrek (relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir dan sebaliknya), KA Matarmaja, KA Airlangga, dan KA Sembrani dialihkan melalui rute yang lebih panjang. Jalur pengalihan utama mencakup rute melalui Solo Balapan, Madiun, Kutoarjo, dan Cirebon, yang secara otomatis menyebabkan peningkatan waktu tempuh dan kelambatan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan. Dia menjelaskan bahwa pembatalan perjalanan dan rekayasa rute merupakan langkah operasional yang diperlukan demi keselamatan dan mempercepat proses normalisasi rangkaian serta penguraian kelambatan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI memberikan pengembalian biaya tiket 100% di luar bea pesan bagi pelanggan yang memilih untuk membatalkan perjalanan akibat keterlambatan lebih dari satu jam atau karena perubahan rute perjalanan,” ujar Franoto. Mekanisme kompensasi ini juga berlaku bagi pelanggan yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan karena pola operasi memutar.

Pengajuan klaim pembatalan dapat dilakukan di loket stasiun atau melalui Contact Center 121 hingga maksimal H+7 dari tanggal keberangkatan.

Meskipun dampak signifikan masih terasa, tren genangan air di titik kritis antara Stasiun Alastua–Semarang Tawang sudah menunjukkan penurunan. Sejak Selasa (28/10/2025) malam, jalur KA tersebut dilaporkan sudah bisa dilalui oleh kereta api dengan bantuan lokomotif BB 304 dan CC 300 bantuan dari Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Semarang Dirjenka Kementerian Perhubungan.

Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Seiring dengan upaya pemulihan infrastruktur oleh KAI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengambil langkah cepat dalam merespons bencana banjir. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, merencanakan pertemuan mendesak dengan jajaran terkait untuk mempercepat penanganan banjir di Demak dan Semarang.

“Kami panggil Bupati Demak dan Wali Kota Semarang. Ada Pak Dirjen (SDA Kementerian PUPR). Guna percepatan penanganan banjir,” ujar Luthfi pada Selasa (28/10/2025) malam. Pertemuan itu bertujuan mencari solusi komprehensif, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. Undangan juga ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang akan dihadiri oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA).

Luthfi menekankan bahwa percepatan penanganan banjir membutuhkan koordinasi lintas sektoral yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah aktif sejak hari pertama bencana dengan mengedepankan keselamatan warga dan penyediaan logistik.

Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) turut melakukan penyedotan genangan di area permukiman, sementara Dinas Bina Marga fokus pada pembuatan sodetan Kali Sayung. Selain itu, layanan kesehatan telah disiagakan oleh Dinas Kesehatan bagi para korban banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *