23 April 2026
AA1Ij5Ou.jpg

Dewa News, YOGYAKARTA – PT Pegadaian bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dua entitas dalam grup Ultra Mikro BRI, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemberdayaan kelompok rentan melalui pelatihan keterampilan membatik dan pemasaran digital bagi 50 orang disabilitas di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Senin (7/5).

Kegiatan diadakan di Markas Komunitas Difabelzone Yogyakarta Bajang, Wijirejo, Pandak, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, kegiatan ini juga menciptakan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan bisnis, pemasaran produk, serta literasi keuangan.

Wakil Bisnis PT Pegadaian Wilayah Yogyakarta, Mushonif menyampaikan bahwa pendekatan menyeluruh ini diharapkan mampu menciptakan penghidupan yang berkelanjutan serta memperluas akses kelompok disabilitas terhadap peluang ekonomi digital.

“Harapan kami melalui kegiatan ini, kelompok difabel akan memperoleh kesempatan ekonomi digital, serta mampu menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan. Kami juga memberikan pendidikan agar keuntungan yang diperoleh dapat disisihkan atau dialihkan untuk investasi, khususnya instrumen emas. Kami sangat berharap di masa depan tidak ada lagi keluarga yang hidupnya tidak sejahtera,” ujar Mushonif.

Pegadaian juga memberikan bantuan alat produksi seperti mesin jahit dan mesin bross sebagai wujud dukungan nyata terhadap kelangsungan usaha masyarakat.

Bantuan disalurkan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan pendampingan dan kebutuhan usaha komunitas tersebut.

“Ini adalah alat bantu yang kami berikan kepada Komunitas Difabelzone untuk mendukung usaha mereka. Bantuan tersebut kami bagikan secara bertahap melalui kegiatan TJSL,” tambah Mushonif.

Pelatihan ini juga merupakan langkah untuk melestarikan nilai budaya lokal melalui kain batik, sekaligus mengubahnya menjadi sumber penghidupan kreatif yang lebih inklusif.

Dengan menggabungkan kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi digital, peserta diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik secara online maupun offline.

Kepala PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan arah sosial Pegadaian yang mendukung kelompok masyarakat yang kurang mampu, khususnya penyandang disabilitas.

“Perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” kata Edy.

Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui kegiatan ini, PT Pegadaian menunjukkan bahwa inklusi ekonomi perlu dimulai dari kelompok masyarakat yang paling rentan.

Melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan usaha, PT Pegadaian berharap komunitas difabel tidak hanya mampu bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri, percaya diri, dan memiliki kemampuan bersaing.(chi/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *