27 April 2026
AA1HcntR.jpg



Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) terbaru untuk sejumlah negara di Timur Tengah akibat potensi dampak dari konflik yang terus memanas antara Israel dan Iran.

Dalam pembaruan yang dirilis melalui situs resmi Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO), terdapat enam negara yang disebut berisiko terkena dampak: Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

Wisatawan Inggris diimbau untuk bersiap menghadapi kemungkinan penundaan hingga pembatalan penerbangan di enam negara tersebut. Situasi ini disebut sebagai efek dari “permusuhan yang sedang berlangsung” di kawasan.

Pemerintah Inggris memperingatkan bahwa konflik antara Israel dan Iran berpotensi meningkat secara cepat dan menimbulkan risiko keamanan bagi wilayah yang lebih luas di Timur Tengah.

Peringatan tersebut juga menyebut kemungkinan gangguan perjalanan lainnya, termasuk penutupan wilayah udara secara tiba-tiba, keterlambatan jadwal penerbangan, serta perubahan rencana perjalanan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

FCDO menyarankan warga Inggris untuk selalu memantau media lokal dan internasional guna memperoleh informasi terbaru tentang situasi keamanan di negara tujuan.

Turis juga diimbau untuk mengikuti arahan dari otoritas setempat dan memeriksa status penerbangan mereka langsung ke maskapai sebelum melakukan perjalanan.

UEA menjadi salah satu negara yang paling terdampak potensi gangguan ini. Negara tersebut merupakan destinasi favorit wisatawan Inggris, dengan lebih dari satu juta pengunjung asal Inggris tercatat berlibur ke sana sepanjang tahun 2024.

Meski demikian, hingga kini belum ada larangan resmi untuk bepergian ke enam negara tersebut. Namun, pemerintah mengingatkan agar warga tetap waspada dan mengecek pembaruan rencana perjalanan secara berkala.

Sementara itu, saran perjalanan untuk Yordania, destinasi populer lainnya di kawasan tersebut, belum mengalami perubahan.

Sebaliknya, Inggris secara tegas menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Israel dan Iran karena kondisi keamanan yang semakin memburuk.

Ketegangan memuncak setelah Israel melancarkan serangan udara bertajuk

Operasi Rising Lion

pada Jumat, 13 Juni, dengan menargetkan situs nuklir dan pangkalan militer milik Iran.

Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone ke sejumlah lokasi strategis di Israel, termasuk menyebabkan penutupan kilang minyak terbesar di kota Haifa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *